Sosialisasi Pokok-Pokok Perbaikan Tata Cara Revisi Anggaran TA 2018




Tiga Dirjennya Bersinergi, Sri Mulyani : "Spektakuler !"




Jakarta - "Saya senang dan mengapresiasi penyelenggaraan acara ini", ungkap Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, pada pembukaan rapat kerja dalam rangka Budget Day di Ballroom Dhanapala, Rabu, 22 November 2017.


Untuk pertama kalinya, tiga unit eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan yang terlibat dalam penganggaran dan pelaksanaan APBN melakukan rapat kerja bersama. Dengan mengusung tema "Transformasi Penganggaran Untuk APBN Berkualitas", Ditjen Anggaran, Ditjen Perimbangan Keuangan, dan Ditjen Perbendaharaan, membahas perbaikan sinergi antar unit eselon I.

Dalam kesempatan ini, masing-masing dirjen menyajikan paparannya. Dirjen Anggaran Askolani memaparkan mengenai proses penyusunan APBN dan upaya Sinergi yang telah dilakukan. Selanjutnya, paparan yang menyoroti capaian pelaksanaan program, inovasi, dan tantangan dalam reformasi pengelolaan anggaran, khususnya dikaitkan dengan bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan dana desa, disampaikan oleh Dirjen Perimbangan Keuangan Budiarso Teguh Widodo, dan Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono.


Sebagai bagian dari acara ini Menteri Keuangan didampingi tiga dirjen juga me-launching Peta Data APBN sebagai wujud nyata suatu upaya sinergi. Peta data dimaksud merupakan salah satu produk inovasi Ditjen Anggaran yang menyediakan data dan informasi APBN dan dapat diakses di www.data-apbn.kemenkeu.go.id. Data-data yang tersaji mencakup data mengenai alokasi anggaran pemerintah pusat yang terinci sampai dengan tingkat provinsi, capaian program untuk sektor tertentu, tingkat inflasi, serta tingkat kemiskinan.

Menteri Keuangan juga berpesan untuk terus memacu semangat bersinergi tidak hanya kepada tingkatan Dirjen tetapi juga kepada tingkatan Direktur dan jajaran di bawahnya. Ibu Sri Mulyani Indrawati juga mewanti-wanti untuk menjauhi sikap ego sektoral dalam berorganisasi. Ibarat mata rantai yang saling menyambung, sinergi pengelolaan keuangan negara yang kuat dibangun melalui sikap dasar yang sama untuk mencapai tujuan bernegara.

Soal penyusunan anggaran, Menteri Keuangan mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap target hasil dari alokasi yang diminta.

"Saya melihat dalam mengelola APBN, ada optimalisasi yang bisa kita push lagi. Yaitu the concept of value for money. Berapa nilai yang harus kita dapat dengan anggaran belanja sekian," ungkap Sri Mulyani dalam sambutannya.

Menteri Keuangan juga menegaskan bahwa alokasi belanja yang dianggarkan dalam APBN perlu benar-benar diawasi. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk suatu sistem yang memperjelas tugas dari daerah untuk memastikan belanja di daerah benar-benat sesuai dengan tujuan.

Yang tidak kalah pentingnya adalah penyampaian informasi kepada publik mengenai pengelolaan keuangan dan hal-hal yang dicapai sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar terkait pengelolaan keuangan negara.

Dalam rangkaian acara Budget Day, diadakan pula seminar pada siang hari yang bertemakan "Sinkronisasi Perencaan dan Penganggaran yang Lebih Baik". Seminar sesi pertama ini dipandu oleh Luky Afirman selaku Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Penerimaan Negara. Pada sesi ini terdapat 5 pemateri yang memberikan pemaparan.

Pemateri pertama adalah Direktur Jenderal Anggaran, Askolani yang menjelaskan mengenai sinergi perencanaan dan penganggaran pusat dan daerah. Sinergi pada tahapan pembahasan dan pelaksanaan APBN dilakukan untuk menjaga agenda yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan optimal.

Disusul kemudian pembicara kedua yaitu Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, Budiarso Teguh Widodo. Dalam kesempatan ini Budiarso menjelaskan bahwa sesuai arahan Presiden, pendekatan penganggaran harus lebih fokus pada program/kegiatan (money follows program) yang terkait langsung dengan prioritas nasional serta memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Selanjutnya, pemaparan diberikan oleh Inspektur Jenderal Kemenkeu, Sumiyati. Sumiyati menjelaskan bahwa reviu yang dilakukan APIP perlu dilakukan secara optimal demi peningkatan akuntabilitas RKA-KL. Pembicara keempat, Deputi Pendanaan Bappenas, Kenedy Simanjuntak memaparkan mengenai PP 17/2017 yang menjadi landasan baru dalam proses perencanaan dan penganggaran. Terakhir, seminar ditutup oleh Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, Gun Gun Siswadi. Beliau menjelaskan mengenai Peran Strategis Kehumasan Pemerintah dalam rangka Publikasi Output Kementerian/Lembaga.

Seminar dalam rangkaian acara Budget Day ini dilanjutkan dalam sesi kedua. Seminar mengambil tajuk "Pelaksanaan Anggaran yang Makin Berkualitas". Bertindak selaku moderator, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan dan Regulasi Jasa Keuangan dan Pasar Modal, Arif Baharuddin, serta sebagai pembicara utama Direktur Jenderal Perbendaharaan, Marwanto Harjowiryono. Selain itu, juga hadir selaku narasumber: Sekjen Kementerian PU-Pera, Anita Firmanti E.S; Dirjen Perlindungan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat; serta Direktur Penelitian dan Pengembangan KPK, Wawan Wardiana.

Dirjen Pebendaharaan menyampaikan gambaran secara umum betapa pentingnya APBN harus dikelola secara berkualitas, di mana APBN adalah alat kebijakan fiskal untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Dengan volume APBN yang meningkat dari tahun ke tahun dan sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mencapai target pembangunan, Pemerintah perlu dan wajib menjaga kredibilitas, confidence dan trust dalam APBN itu sendiri. Yang tak kalah penting dari itu, monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran diperlukan agar belanja negara semakin berkualitas, efektif, dan efisien.

Dalam pengelolaan APBN yang berkualitas, Kementerian PU-Pera, Kemensos, dan KPK memiliki peran dan gaya tersendiri. Kementerian PU-Pera yang tugas dan fungsinya banyak bersinggungan dengan output fisik, menekankan pada kualitas pengelolaan pengadaan barang/jasa, antara lain melalui e-procurement, maupun e-monitoring. Sedangkan Kementerian Sosial menekankan pada efektivitas pengelolaan Belanja Sosial Program Keluarga Harapan agar tercapai output masyarakat yang lebih berdaya dan sejahtera. (frd)

Bahan dapat diunduh pada :
  1. Sinergi Pengelolaan APBN Pagi
  2. Sinergi Pengelolaan APBN Siang
  3. Peran Strategis Kehumasan Pemerintah
  4. Menjaga Kualitas Belanja Melalui Pengendalian Pelaksanaan Anggaran
  5. Bahan Seminar Budget Day
  6. Sinkronisasi Perencanaan dan Penganggaran
  7. Peningkatan Akuntabilitas RKA-K/L melalui Reviu oleh APIP
  8. Pelaksanaan Anggaran yang Makin Berkualitas
  9. Pengelolaan Bantuan Sosial Program Keluarga Harapan yang Lebih Berkualitas


23/11/2017 14:20:23




Liputan


Hari Anti Korupsi Sedunia Tahun 2017



Evaluasi Pelaksanaan Tugas DJA 2017 dan Penyerahan Penghargaan Kepada Pegawai DJA



Perspektif Faisal Basri atas Perkonomian Indonesia



Penyerahan Dokumen DIPA tahun 2018



PNBP AWARDS TAHUN 2017



Upaya Meningkatkan Kualitas Belanja Bidang Pendidikan



Sekilas Tentang Analisis Kebijakan Belanja Publik/Negara



Kemenkeu Menjawab Salah Info Soal RUU PNBP



Upaya DJA Mewujudkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi



SMK Sangkuriang I Cimahi Pelajari Pengelolaan Anggaran Negara



Kerja Bersama Mewujudkan Penganggaran yang Efisien dan Efektif



STIMIK ESQ Perdalam Pemahaman Pengelolaan Keuangan Negara



Sosialisasi Implementasi Segmen Akun Baru Dalam BAS



Budget Goes To Campus PKN STAN



Dirjen Anggaran Terbitkan Peraturan Tata Cara Pembayaran/Penyetoran PNBP






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN




Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru

Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011