Bahan Paparan PMK Revisi 2019 dapat di-unduh di sini




IMPLEMENTASI COWORKING SPACE DI MERCEDES-BENZ DISTRIBUTION INDONESIA






"Keren", itulah ungkapan yang terlontar dari lisan peserta Workshop Duta Transformasi Kementerian Keuangan 2019. Kesan itu terucap tatkala mereka berkunjung ke PT. Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) di bilangan TB Simatupang Jakarta Selatan. Kunjungan tersebut merupakan salah satu agenda pada workshop hari ke-2 (20/3), dalam bentuk benchmarking terkait penerapan coworking space.

Coworking space berasal dari bahasa Inggris yang berarti ruang yang digunakan untuk bekerja, menghasilkan karya secara bekerja sama, baik antar individu maupun perusahaan yang memiliki latar usaha berbeda. Menurut Wikipedia, coworking space. berarti tempat untuk orang-orang dari organisasi berbeda berbagi ruang untuk bekerja. Biasanya, bentuknya adalah suatu ruangan terbuka yang cukup luas untuk menampung sekian banyak orang. Orang-orang ini bisa terdiri dari individu, komunitas, atau suatu perusahaan yang bergerak di bidang bisnis, khususnya startup (bisnis rintisan).
Terkait keberadaan ruangan, sebuah coworking space. juga bisa menyediakan ruang-ruang kecil tersendiri atau terpisah yang disewakan bagi satu perusahaan atau sekelompok pekerja. Selain itu, ada juga pantry atau kantin yang menyediakan kebutuhan konsumsi seperti kopi dan alat-alat dapur untuk memasak. Pada coworking space. yang berkelas, dapat pula tersedia bar.

Ada anggapan bahwa coworking space. hanyalah tempat kerja bersama dengan jaringan internet cepat. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah. Tapi coworking space. sebenarnya jauh lebih kaya maknanya dibanding tempat sewaan seperti itu. Coworking space hadir sebagai tempat yang memungkinkan para penyewanya untuk berinovasi dan berkolaborasi satu sama lain. Bahkan, usaha-usaha rintisan seperti startup bisa mendapat investor atau bantuan pendanaan di coworking space. ini.

Pada saat benchmarking tersebut, Duta Transformasi disambut dengan hangat Deputy Director Sales Operation and Product Management, Kariyanto Hardjosoemarto. Bertempat di cafe CIBIS Nine Building yang bernuansa retro, pria yang akrab dipanggil Kery ini berbagi pengalaman terobosan yang dilakukan MBDI dalam rangka mempertahankan posisinya sebagai penjual mobil premium di Indonesia. Mulai migrasi unit-unit bisnis hingga perubahan interior kerja, menjadi tulang punggung keberhasilan kinerja MBDI. Di akhir pertemuan, para Duta Transformasi mendapat kesempatan langsung dialog dengan petinggi MBDI, Roelof Lamberts (President Director MBDI).


Meski kunjungan tersebut dilakukan kurang dari tiga jam, namun sangat memberikan pencerahan bagi para Duta Transformasi. Melihat dunia kerja sektor swasta yang berubah signifikan, menumbuhkan semangat transformasi yang akan ditularkan di lingkungan kerja masing-masing. Terdapat beberapa pelajaran yang didapat para Duta Transformasi saat benchmarking ke MBDI, antara lain.

Pertama, atmosfer kerja yang nyaman dan mampu meningkatkan produktivitas. Ketika Anda bekerja di sebuah coworking space., Anda akan mendapatkan sebuah atmosfer bekerja layaknya pada sebuah kantor dengan fleksibilitas yang lebih tinggi. Kerja tidak harus di meja kerja masing-masing. Atmosfer kerja yang positif dan keberadaan rekan kerja bisa memberi mood bekerja yang lebih tinggi dan pada akhirnya akan berimbas pada produktivitas yang meningkat. Atmosfer tersebut terbentuk dengan adanya koneksi internet yang kencang, banyak meeting room untuk bertemu dengan klien dan juga diskusi tim, beberapa permainan, kursi yang nyaman, pemandangan yang bagus, mural menarik yang memacu kreativitas, serta kantin yang lengkap dan bar kopi. Terdapat berbagai fasilitas disamping ruang kerja yang memang didesain senyaman mungkin. Pengguna juga akan dibantu oleh resepsionis profesional untuk penerimaan surat dan paket yang masuk, bahkan pengaturan ruang rapat eksklusif. Kalaupun sedang malas bekerja, kita bisa termotivasi dengan melihat orang-orang yang sibuk bekerja dari berbagai bidang di satu ruangan yang sama. Jadi, bekerja di coworking space. tentunya bisa memacu kreativitas dan produktivitas Anda. Hal ini berbeda dengan gedung kantor konvensional yang cenderung menimbulkan kesan dingin dan jenuh. Coworking space sengaja menciptakan kondisi kerja yang santai, namun tetap efektif dan efisien.

Kedua, hubungan kerja antar pegawai yang hangat dan akrab. Sebuah coworking space. biasanya digunakan oleh beberapa perusahaan atau unit bisnis yang mempunyai spesialisasi atau tusi berbeda. Melalui integrasi beberapa unit bisnis (yang selama ini tersebar di beberapa wilayah geografis), niscaya tingkat efektivitas dan kinerja organisasi semakin meningkat. Kolaborasi positif setiap saat, baik antar karyawan maupun unit bisnis, akan memangkas biaya perjalanan dan waktu untuk suatu pertemuan/rapat. Beberapa project besar dengan mudah direalisasikan dengan dibentuknya beberapa task force kecil lintas unit bisnis. Bahkan bila diperlukan, organisasi/perusahaan membentuk lighthouse yang terdiri dari pegawai yang smart nan bening. Prakteknya, pihak manajemen MBDI memilih beberapa karyawan menjadi ambassador yang bangga memperkenalkan dirinya sebagai EPIC (Engaging People through Identity and Culture) Team.

Hasilnya, tingkat eksekusi suatu project pun akan turut meningkat dan performa perusahaan juga akan terkerek. Pertemuan tidak perlu dilakukan secara formal dan kaku. Cukuplah beanbag yang empuk ditemani secangkir kopi mampu menghasilkan ide-ide brillian untuk merumuskan rencana aksi suatu project yang besar nan sulit. Ruang kerja pimpinan tanpa pintu turut memberikan nilai tambah manfaat coworking space. di dunia kerja. Kesan sekat jabatan/posisi antara pimpinan dengan bawahan tidak terlalu menonjol. Bawahan bisa setiap saat meminta arahan pimpinan sepanjang pimpinan tidak sedang menerima tamu. Konsep uniform telah ditanggalkan di MBDI. Sebagai gantinya, pegawai dan pimpinan dipersilakan menggunakan kaos casual dan jeans, serta sepatu kets dengan catatan setiap pribadi harus tetap menjaga nilai-nilai profesionalisme dan kode etik yang diterapkan perusahaan.

Ketiga, kemudahan bekerja. Keperluan mencetak sebuah dokumen, atau ingin melakukan rapat konferensi dengan orang dari negara lain, atau sekadar ingin agar mudah mendapatkan cemilan dan kopi ternyata coworking space. dapat menyediakan semua hal yang dibutuhkan tersebut. Mulai dari ruang khusus untuk melakukan rapat, telekonferensi menggunakan video bersensor suara, hingga ruang presentasi eksklusif bisa digunakan untuk kepentingan pekerjaan. Dengan kata lain, kita tidak akan kekurangan sarana dan prasarana ketika sedang bekerja sekuat tenaga menyukseskan terpenuhinya sebuah target.


Dari penjelasan di atas, kesan ruang kantor yang modern dan dinamis sangat kental mewarnai setiap aktivitas karyawan MBDI. Santai tapi produktif menjadi hal yang harus dikedepankan dari perusahaan yang karyawannya kurang dari 200 orang ini. Namun tidak semua nilai dan keunggulan coworking space. yang diterapkan di MBDI bisa serta merta diberlakukan di Kementerian Keuangan. Budaya kerja yang berbeda (mengacu pada SOP dan seperangkat peraturan) serta tanggung jawab (selaku instansi pemerintah) menjadi mesin birokrasi ini harus tetap jalan mengikuti ketentuan yang berlaku. Terlepas dari itu semua. Ada beberapa hal yang bisa diadopsi dari benchmarking di MBDI tersebut antara lain perlunya redesign ruang kerja yang dibuat senyaman mungkin dengan memperbanyak meja rapat nonformal dan penyediaan space untuk keperluan rehat sejenak di tengah kesibukan. Bila ingin menerapkan coworking space, maka mulailah buat perencanaan mulai sekarang dan segera diusulkan tahun 2019 ini untuk nantinya baru dieksekusi pada tahun 2020 (sms).


26/03/2019 11:22:57




Liputan


SERI #5: BELANJA PERLINDUNGAN SOSIAL
NEGARA HADIR MENSEJAHTERAKAN KELUARGA MISKIN



BUDGET GOES TO CAMPUS INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR



DATAQUEST FOR BETTER BUDGET



SERI #4: Kepoin #Anggaran Kita:
Jembatan Keren dari Aceh sampai Papua



TINGKATKAN PEMAHAMAN ANGGARAN MELALUI BIMTEK SEKTORAL



SERI #3: BELANJA KETAHANAN PANGAN PROGRAM BANTUAN PREMI ASURANSI NELAYAN (BPAN)



SERI #2: BELANJA KETAHANAN PANGAN
MENUJU LUMBUNG PANGAN DUNIA 2045



THE 2ND KIPF-OECD-ADB ROUNDTABLE OF THE NETWORK ON FISCAL RELATIONS IN ASIA



SOSIALISASI TATA CARA REVISI ANGGARAN TA 2019



HIBAH BARANG MILIK NEGARA KEPADA YAYASAN DARUL QUR'AN WAL IRSYAD



SOSIALISASI REVIEW ANGKA DASAR PAGU INDIKATIF TA 2020



OPEN DATA DAY 2019 : DATA QUEST UNTUK APBN YANG LEBIH BAIK



BUDGET GOES TO CAMPUS DI TANAH BORNEO



Menanamkan Rasa Ikut Memiliki APBN kepada Generasi Penerus



Peer-to-Peer Learning Seminar on Infrastructure Development, Financing and Governance in Asia






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN
Gedung Sutikno Slamet Jalan DR. Wahidin Nomor 1 Jakarta 10710 Kotak Pos 2435 telepon 021-3868085 email: pusatlayanan.dja@kemenkeu.go.id
Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru




Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011