Bahan Paparan PMK Revisi 2019 dapat di-unduh di sini




Seri #11: Membangun Infrastruktur dengan Inovasi Pengolahan Limbah Plastik




Tanggal 22 April 2019 yang lalu, kita bersama dengan warga dunia memperingati Hari Bumi Internasional. Namun, beberapa waktu sebelumnya justru terdapat sebuah fenomena yang sangat ironis dan menjadi viral, yaitu ditemukannya kemasan plastik bungkus mie instan yang berumur sekitar 19 tahun dan belum terurai. Fakta tersebut tidak terlalu mengagetkan mengingat Indonesia, berdasarkan hasil penelitian Jambeck (2015), merupakan “produsen” sampah plastik terbanyak kedua di dunia (menghasilkan 3,22 juta metrik ton sampah plastik) setelah China (8,82 juta metrik ton). Pemerintah tentu tidak tinggal diam atas fenomena tersebut dan telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi limbah plastik beserta dampaknya, beberapa di antaranya yang cukup populer adalah melalui kebijakan plastik belanjaan berbayar dan kampanye reduce, reuse and recycle. Artikel ini akan membahas salah satu langkah Pemerintah dalam menangani limbah plastik yang kemungkinan belum terlalu populer, yaitu memanfaatkan limbah plastik menjadi aspal plastik.

Sumber: diolah dari BI DJA


Fokus pembangunan infrastruktur dalam 5 tahun ke belakang selama ini terlihat dari masifnya pembangunan fisik infrastruktur yang tersebar di seluruh Indonesia. Tentunya fokus kepada infrastruktur tersebut juga terlihat dari besarnya alokasi anggaran untuk Kementerian/Lembaga yang menangani pembangunan infrastruktur, salah satunya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pemerintah dalam lima tahun terakhir (2015-2109) mengalokasikan anggaran rata-rata Rp109 triliun/tahun pada Kementerian PUPR untuk membangun berbagai proyek infrastruktur di Indonesia seperti pembangunan jalan dan jembatan, bendungan, perumahan rakyat, bahkan gedung sekolah (perkembangan anggaran selama periode tersebut dapat dilihat pada grafik di samping). Selain untuk pembangunan proyek infrastruktur, sebagian kecil alokasi, sekitar 0,5% dari alokasi Kementerian PUPR, tersebut juga digunakan untuk mendanai riset (penelitian dan pengembangan) sebagai bentuk inovasi untuk mendapatkan teknologi dan/atau material infrastruktur yang lebih efisien, lebih efektif dan lebih ramah lingkungan yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Balitbang). Di antara produk inovasi yang dihasilkan Balitbang yang baru-baru ini diimplementasikan sebagai bagian dari material yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur adalah konversi limbah plastik menjadi material campuran aspal untuk pembangunan jalan (aspal plastik).

Pemanfaatan limbah plastik untuk campuran aspal setidaknya memiliki dua pertimbangan. Pertama, sampah di laut (marine debris) Indonesia didominasi oleh kantong plastik (kresek) dan sisa-sisa plastik lain, sebagaimana penemuan bungkus mie instan yang viral sebelumnya serta tingginya produksi limbah plastik domestik. Selain itu, secara teknis menurut ahli dari Balitbang, penambahan plastik yang termasuk polimer dapat meningkatkan kinerja aspal. Untuk itu, peneliti dan perekayasa dari Balitbang telah melakukan penelitian dalam beberapa periode untuk menghasilkan formulasi dan komposisi limbah plastik optimal yang digunakan. Hingga pada akhirnya, Balitbang dapat melakukan serangkaian pilot project dan disetujui Kementerian PUPR untuk dilakukan uji coba pada tahun 2017 sesuai surat Direktur Jenderal Bina Marga nomor UM01.03.DB/663 tanggal 16 Agustus 2017. Uji coba di antaranya digunakan dalam preservasi jalan nasional di provinsi Jawa Timur, Bali, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Banten.

Proses pencampuran limbah plastik dilakukan dalam beberapa tahap, tetapi secara garis besar dapat dibagi dalam dua tahapan utama. Tahap pertama adalah pengolahan limbah plastik menjadi cacahan plastik yang siap dicampurkan. Secara ringkas, tahap pertama dapat digambarkan dalam bagan berikut:
Sumber: Paparan Tedi Santo Sofyan (Puslitbang Jalan dan Jembatan)


Selanjutnya, cacahan limbah plastik tersebut dibawa ke tahap kedua, yaitu tahap pencampuran dengan metode dry process, yang secara ringkas dapat diuraikan dalam bagan berikut:
Sumber: Paparan Tedi Santo Sofyan (Puslitbang Jalan dan Jembatan)


Berdasarkan hasil dari beberapa tes dan uji coba pelaksanaan disimpulkan bahwa meskipun secara rata-rata pencampuran limbah plastik membutuhkan tambahan biaya sekitar 10%, penambahan campuran limbah plastik dapat memberikan manfaat berupa: peningkatan ketahanan aspal terhadap pengaruh air, peningkatan stabilitas campuran aspal sekitar 40%, dan peningkatan ketahahan aspal terhadap deformasi dan retakan. Selain itu, juga ditemukan bahwa setiap km jalan yang ditangani membutuhkan plastik seberat 3 ton (dengan perhitungan setiap ton campuran aspal memerlukan sekitar 3,5 kg plastik). Dengan asumsi 10% saja dari total jalan nasional yang dipelihara (44.749 km menurut data LAKIP Tahun 2018) menggunakan campuran aspal plastik, limbah plastik yang terserap diperkirakan mencapai 13.425 ton, jumlah yang cukup besar.

Hasil yang menjanjikan ini mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menerapkan pemanfaatan limbah plastik dalam penanganan jalan nasional secara komersial pada tahun 2019, melalui penerbitan Pedoman dalam bentuk Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 05/SE/M/2019 tanggal 4 Maret 2019. Diharapkan dengan penerapan pedoman tersebut, jumlah limbah plastik yang selama ini dapat mencemari lingkungan dapat berkurang secara signifikan, kualitas jalan nasional juga akan lebih mantap dan awet serta pada akhirnya anggaran negara untuk infrastruktur jalan nasional dapat lebih efektif dan efisien.

#UangKita
#BelanjaUangKita
#BelanjaInfrastruktur
#APBNSehat
#TaskforcePrioritasNasional
#WBKDJA
Penulis:
Wahyu Indrawan

Sumber Data dan Foto:
Badan Penelitian dan Pengembangan,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat

Editor:
Markus Haposan, Tiara Putri



10/06/2019 12:23:59




Liputan


BIMBINGAN TEKNIS PMK 2019 - LOMBOK



BIMBINGAN TEKNIS BA BUN 2019



PENGUMUMAN PESERTA YANG BERHAK MENGIKUTI TAHAP FINAL REGIONAL



JAWABAN PEMERINTAH ATAS PEMANDANGAN UMUM RAPBN 2020



PEMANDANGAN UMUM RUU APBN TA 2020 BESERTA NOTA KEUANGAN



SINERGI TINGKATKAN KUALITAS LAYANAN



PENYAMPAIAN NOTA KEUANGAN DAN RUU APBN 2020



WORKSHOP PEMBANGUNAN ZI MENUJU WBK/WBBM TAHUN 2019



DJA MENYAPA SMA N 17 MAKASSAR



PENGUMUMAN PESERTA TES ONLINE TAHAP 2 OLIMPIADE APBN 2019



DIT. EKONTIM RAIH PREDIKAT MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI



DATE WITH DATA: All You Need is Data



Realisasi Semester I APBN 2019: Kinerja Positif didukung kondisi Ekonomi makro yang stabil



SERI #14: BELANJA INFRASTRUKTUR
TEKNOLOGI JEMBATAN GANTUNG JUDESA



DATE WITH DATA






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN
Gedung Sutikno Slamet Jalan DR. Wahidin Nomor 1 Jakarta 10710 Kotak Pos 2435 telepon 021-3868085 Whatsapp: +628118300931 email: pusatlayanan.dja@kemenkeu.go.id
Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru




Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011