Bahan Paparan PMK Revisi 2019 dapat di-unduh di sini




SERI #14: BELANJA INFRASTRUKTUR
TEKNOLOGI JEMBATAN GANTUNG JUDESA








Teknologi ini merupakan teknologi terkait jembatan untuk menyelesaikan masalah aksesibilitas masyarakat desa dengan menyediakan infrastruktur jembatan sederhana. Keunggulan teknologi ini adalah tipe jembatan asimetris dengan pondasi yang hanya di satu sisi. Teknologi yang cocok diterapkan sebagai penghubung desa yang terisolir dan diharapkan mampu menjadi penghubung antar desa atau kawasan terpencil yang dipisahkan oleh kondisi alam seperti sungai, lereng, bukit, ataupun jurang.

JudesA merupakan salah satu inovasi teknologi yang dikembangkan oleh Puslitbang Jalan dan Jembatan Balitbang PUPR. Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya sangat cocok diterapkan di kawasan pedesaan, yaitu pelaksanaannya yang cepat, fleksibel dan ekonomis. Dengan menggunakan sistem pembangunan satu arah, yaitu dengan konsep flying fox, menggunakan tali untuk penyeberangan dalam proses pembangunannya. Material jembatan dibuat prefabrikasi dan sistem komponen jembatan modular yang membuat konstruksinya lebih mudah dipasang. Pemasangannya pun dapat dilaksanakan dengan swadaya masyarakat. Dari segi keamanannya, JudesA didukung oleh dua sistem kabel semi independen, di mana kabel utama dan sistem lantainya menahan gaya lateral, sehingga jika salah satu kabel mengalami kegagalan maka kabel lainnya saling menguatkan.

Bagi wilayah-wilayah desa yang terisolir dikarenakan medan yang terpencil dan di perbukitan. Maka, solusinya agar wilayah tersebut tak terpinggirkan, dan ekonomi masyarakat juga bisa berjalan maka infrastruktur jembatan sederhana ini, patut dikedepankan.

Pemerintah daerah pun tak terlalu mengeluarkan anggaran terlalu besar untuk membuka akses antara desa yang satu dengan desa yang lainnya. Keunggulan dari sistem ini, material pre pabrikasi yang dapat disiapkan dan bisa secepatnya dikirim ke lokasi yang dituju, sistem jembatan modular untuk kemudahan pembangunan dengan swadaya masyarakat.

Metode konstruksi satu arah atau dari sisi satu sungai (untuk membuka jalur perintis dan pengangkutan material menyeberangi sungai). Tentunya, dengan penggunaan tiang tunggal yang dapat mengurangi biaya material struktur jembatan. Hal ini juga dapat mengurangi komponen sistem pengaku ikatan angin menggunakan sistem struktur lantai yang monolit yang cukup kaku terhadap gaya lateral. Sedangkan untuk bentang jembatan 80–120 meter persegi dapat digunakan integrasi 2 (dua) buah sistem jembatan asimetris (asimetris ganda). Harganya pun relatif murah yakni 15 juta–20 juta permeter untuk wilayah pulau Jawa.

Penerapan teknologi ini di luar Jawa pertamakali adalah pembangunan Jembatan gantung yang menghubungkan Desa Siru dan Wae Wako. Replikasi perdana teknologi Balitbang PUPR pertama di luar Pulau Jawa ini dilakukan di Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur dan pelaksanaannya dilakukan oleh Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (Puslitbang KPT). Jembatan Teknologi JudesA ini diperuntukkan bagi pejalan kaki ataupun pesepeda motor dengan bentang panjang 62 meter lebar 1,8 meter dan mampu menahan beban 300 kg/m2. Jembatan ini bertipe Asimetris atau menggunakan satu pilon, dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender (termasuk pembuatan bangunan atas).

Keberadaan jembatan gantung JudesA di Kecamatan Lembor ini sangat dirasakan manfaatnya oleh penduduk Desa Siru dan Desa Wae Wako. Masyarakat Desa Wae Wako mengaku bersyukur dengan adanya Judesa dikarenakan perjalanan yang ditempuh menjadi lebih singkat dan aman. Hal ini membuktikan bahwa JudesA mampu mempercepat akses menuju tempat pendidikan, sarana kesehatan dan lokasi kerja para petani.

Implementasi JudesA sebagai teknologi menyelesaikan masalah aksesibilitas masyarakat desa.

Dalam kurun waktu 2015-2018, Kementerian PUPR telah membangun sebanyak 164 jembatan gantung di antaranya merupakan Jembatan Gantung untuk Desa Asimetris (JudesA). Pada tahun 2019 terdapat percepatan pembangunan, sehingga jembatan gantung baru yang akan dibangun sebanyak 167 unit yang tersebar di seluruh pelosok di tanah air dengan alokasi sebesar Rp.658 milyar pada Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Sedangkan Pemerintah daerah, khususnya desa akan lebih sigap menampung aspirasi warga yang terisolir, apalagi kini telah dianggarkan secara khusus melalui dana desa hingga 1 (satu) milliar per desa dari Kementerian Desa, Pembangunan DaerahTertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia. Artinya desa-desa di seluruh Indonesia mempunyai anggaran tersendiri untuk menata pembangunan di wilayah perdesaan masing-masing sesuai skala prioritas, yang dapat langsung digunakan oleh warga. Jika pembangunan jembatan gantung menjadi prioritas maka implementasi pembangunan jembatan gantung dapat dianggarkan melalui dana desa tersebut.

#UangKita
#BelanjaUangKita
#BelanjaInfrastruktur
#APBNSehat
#WBKDJA
Penulis:
Faisal Syarifuddin

Editor:
Markus Haposan, Tiara Putri

Sumber Data:
Direktorat Jenderal Anggaran, Kemenkeu
Ditjen Bina Marga PUPR
Balitbang PUPR

Sumber Foto:
Ditjen Bina Marga PUPR
Balitbang PUPR



22/07/2019 12:55:06




Liputan


Focus Group Discussion : Pasar Uang dan Pasar Modal



FINAL OLIMPIADE APBN



BIMTEK BA BUN 2019 - EVALUASI KINERJA ANGGARAN KL



MONEV ON-SITE TAHUN 2019



BIMBINGAN TEKNIS PMK 2019 - LOMBOK



BIMBINGAN TEKNIS BA BUN 2019



PENGUMUMAN PESERTA YANG BERHAK MENGIKUTI TAHAP FINAL REGIONAL



JAWABAN PEMERINTAH ATAS PEMANDANGAN UMUM RAPBN 2020



PEMANDANGAN UMUM RUU APBN TA 2020 BESERTA NOTA KEUANGAN



SINERGI TINGKATKAN KUALITAS LAYANAN



PENYAMPAIAN NOTA KEUANGAN DAN RUU APBN 2020



WORKSHOP PEMBANGUNAN ZI MENUJU WBK/WBBM TAHUN 2019



DJA MENYAPA SMA N 17 MAKASSAR



PENGUMUMAN PESERTA TES ONLINE TAHAP 2 OLIMPIADE APBN 2019



DIT. EKONTIM RAIH PREDIKAT MENUJU WILAYAH BEBAS DARI KORUPSI






 



ESELON I KEMENTERIAN KEUANGAN


DIREKTORAT JENDERAL ANGGARAN
Gedung Sutikno Slamet Jalan DR. Wahidin Nomor 1 Jakarta 10710 Kotak Pos 2435 telepon 021-3868085 Whatsapp: +628118300931 email: pusatlayanan.dja@kemenkeu.go.id
Copyright 2011 Kementerian Keuangan RI - DJA - Pusintek - 2011 | Disarankan untuk menggunakan browser yang populer dan versi terbaru




Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan RI ini ditulis oleh R. Koswara Adisaputra, Alfa Andrew Jason Bulo untuk Kementerian Keuangan RI pada Agustus 2011